Contoh judul-judul PKM dan contoh Proposal PKM

Posted: March 13, 2013 in Uncategorized
NO. JUDUL PKM JENIS PKM NAMA KETUA PRODI NAMA DOSBING
1 ” LIQUID EGGS TETRA PACK ” PRODUK USAHA TERNAK AYAM PETELUR PKMK (Kewirausahaan) AHMAD RIDHO MURDIANTO Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) INDAH ANISYKURLILLAH
2 “EDUBORI”: BISNIS PEMANFAATAN KAIN PERCA MENJADI BONEKA JARI SEBAGAI ALTERNATIF PERMAINAN EDUKATIF ANAK USIA DINI PKMK (Kewirausahaan) ANIS SUSANTI Pend. Ekonomi, S1 (Adm Perkantoran) NINA OKTARINA
3 BAKBROW CASSAVA CHIP BAKED BROWNIES GAPLEK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI INDONESIA PKMK (Kewirausahaan) IKA YULIANTI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) 0
4 pengoptimalan buah tomat menjadi kurma yang bergizi dan bernilai jual PKMK (Kewirausahaan) Ikke Tutiana Mustiany Pend. Ekonomi, S1 (Koperasi) Anindya Ardiansari
5 Puding Benalu Jambu PKMK (Kewirausahaan) Mayang Arsandi Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) TUSYANAH
6 PARFUM PAKE’ MANIS PKMK (Kewirausahaan) MUTIARANI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
7 USAHA “TAS LIPUT” (TAS LIPAT BAHAN PARASUT) UNTUK MEMINIMALISIR LIMBAH KANTONG PLASTIK PKMK (Kewirausahaan) NGASROTUN SOLIKHATI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
8 Sepatu Risliting (Zipper Shoe) Sepatu Masa Kini yang Dinamis PKMK (Kewirausahaan) NISA KHOIRUL MIZZAN Pend. Ekonomi, S1 (Adm Perkantoran) ENDANG SUTRASMAWATI
9 VEGERAINBOW BALL SEBAGAI INOVASI PRODUK MAKANAN ENAK DAN SEHAT PKMK (Kewirausahaan) M. BADRUDDIN MIRZA Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
10 PENGEMBANGAN WIRAUSAHA “ARULA JATIM (ABON RUMPUT LAUT JAMUR TIRAM)” UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI LOKAL MASYARAKAT PESISIR DI JEPARA PKMK (Kewirausahaan) Nurul Azifah Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) FAFURIDA
11 BISKUIT WORTEL TABUR KACANG.INOVASI CAMILAN SEHAT DAN BERMANFAAT PKMK (Kewirausahaan) RAMIDA PURNAMASARI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi)
12 NALUNAR (mukeNA LUcu dan meNARik)Berpotensi Ekonomi PKMK (Kewirausahaan) Salfira Amalia Listyaningrum Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) NINA OKTARINA
13 LANTING SUKUN TABUR COKLAT PKMK (Kewirausahaan) Sulastri Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Jarot Tri Bowo Santoso
14 CURPO CHRISPY CHIPS (CCC) INOVASI PENGOLAHAN WALUH KUNING (CUCURBITA PEPO) SEBAGAI CEMILAN SEHAT , LEZAT DAN BERNILAI KOMERSIIL PKMK (Kewirausahaan) TRI WIDARWATI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi)

CONTOH PROPOSAL PKM

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN KULIT JERUK KEPROK DAN SERAI SEBAGAI BAHAN DASAR MAT OBAT NYAMUK ELEKTRIK YANG AMAN BAGI KESEHATAN
BIDANG KEGIATAN :
PKM-GT

Diusulkan oleh:
Mohammad Risal Siregar NIM.115100601111003 / 2011
Muhammad Alfian N.L NIM.115100300111014 / 2011
Andrian Wahyu Jati NIM. 0811030006 / 2008
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

HALAMAN PENGESAHAN

1.Judul Kegiatan : Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan
2.Bidang Kegiatan : ( )PKM-AI ()PKM-GT
3.Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Moh. Risal Siregar
b. NIM : 115100601111003
c. Jurusan : Keteknikan Pertanian
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Brawijaya
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl.Kertorahayu Dalam 50 B
085641059542
f. Alamat Email : Gruvytime@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc
b. NIK : 871025 10 1 2 0243
c. Alamat Rumah dan No.Tel/hp : Jalan Soekarno Hatta PTP I No. 7 Malang

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami panjatkan syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkah, rahmat dan ijin-Nya, gagasan tertulis yang berjudul “Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan” dapat terselesaikan.
Gagasan tertulis ini disusun dalam rangka mengikuti kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa yang dikti.
Dengan terselesaikannya gagasan tertulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc selaku dosen pendamping Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang telah memberikan bimbingan, sehingga gagasan tulis ini lebih terarah.
2. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS selaku Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.
3. Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya gagasan tertulis ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per-satu.
Penulis menyadari bahwa tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini, begitupun gagasan tertulis yang telah kami buat, baik dalam hal isi maupun penulisannya. Akhir kata, kami berharap semoga gagasan kecil ini dapat bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran kecil bagi kemajuan ilmu pengetahuan, baik di Universitas maupun lingkungan masyarakat.

DAFTAR ISI
Halaman Judul…………………………………….. i
Lembar Pengesahan……………………………..ii
Kata Pengantar…………………………………….iii
Daftar Isi ……………………………………………..iv
Daftar Tabel ……………………………………….. v
Daftar Gambar …………………………………… vi
Ringkasan…………………………………………… vii
PENDAHULUAN ………………………………………………………… 1
Latar Belakang ……………………………………………………………. 1
Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………. 1
GAGASAN ………………………………………………………………….. 2
Kondisi Kekinian. ………………………………………………………… 2
Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya………………….3
Gagasan yang Diajukan………………………………………………….3
Pihak-Pihak yang Bersangkutan……………………………………6
Implementasi Gagasan …………………… …………………………..7
KESIMPULAN………………………………………………………. …… 8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..10

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Temuan Produk Di Lapangan/Pasar…………………………………2
Tabel 2.Produksi Jeruk Keprok Tahun 2007…………………………………………………..4

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Jeruk Keprok………………………………………………………………………………4
Gambar 2. Serai…………………………………………………………………………………………..5
Gambar 3. Diagram alir pembuatan mat obat nyamuk elektrik………………………….7
Gambar 4. Hand Sealer………………………………………………………………………………..8
Gambar 5. Mat Obat Nyamuk Elektrik…………………………………………………………..8
vii
RINGKASAN
PEMANFAATAN KULIT JERUK KEPROK DAN SERAI SEBAGAI BAHAN DASAR MAT OBAT NYAMUK ELEKTRIK YANG AMAN BAGI KESEHATAN
Aedes adalah salah satu genus nyamuk yang sering menimbulkan masalah kesehatan. Genus Aedes merupakan vektor biologis dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) (Anonim, 2005). Pemberantasan vektor nyamuk Aedes aegypti dapat dilakukan dengan cara menggunakan atau tanpa menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida yang berlebihan dan berulang-ulang dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan yaitu matinya musuh-musuh alami, pencemaran lingkungan dan timbul keracunan pada manusia dan hewan ternak. Saat ini, obat nyamuk elektrik menjadi salah satu pilihan masyarakat. Namun faktanya, obat nyamuk bakar masih mendominasi dengan persentase 54% (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, 1973). Kandungan zat aktif dari obat nyamuk bakar terdiri atas diklorvos, propoxuran (karbamat) serta diethyltoluamide. Sementara kandungan zat aktif dalam mat obat nyamuk elektrik adalah D-aletrin (40mg/mat) dan transflutrin (3mg/mat).
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan tertulis ini adalah memanfaatkan kulit jeruk keprok dan serai sebagai bahan dasar pembuatan mat obat nyamuk elektrik.
Pada kulit jeruk terdapat minyak atsiri yang antara lain memiliki kandungan limone (95%), myrcene (2%), noctanal (1%), pinene (0,4%), linanol (0,3%), decanal (0,3%), sabiene (0,2%), geranial (0,1%), neral (0,1%), dodecanal (0,1%), dan sitronela (0,5%) (Adityo Kurniawan, 2008). Kandungan dari serai terutama minyak atsiri dengan komponen sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geraniol asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen (Andria, 2000). Hasil penyulingan dari serai itu sendiri dapat diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum citronellae, terutama terdiri atas geraniol dan sitronelal yang dapat digunakan untuk menghalau nyamuk (Haris, 1994). Kemudian untuk abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45% silika yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan (Kardiyan, 2003).
Metode penulisan yang diterapkan oleh penulis dalam gagasan tertulis ini adalah metode penalaran, kemudian merujuk pada hasil penelitian, referensi berbagai literatur dan mengidentifikasi dari berbagai sumber data serta informasi di internet. Adapun langkah dalam pembuatan mat obat nyamuk elektrik ini adalah diawali dengan mencincang kulit buah jeruk keprok dan serai sehingga menjadi potongan-potongan kecil. Potongan kulit ditimbang hingga mencapai massa 100g, lalu dihaluskan dengan blender. Untuk pelarutnya digunakan alkohol 70% sebanyak 15 mililiter, air 75 mililiter, dan Solutiogummi arabicum sebagai pengikat. Bubur yang diperoleh itu kemudian dicetak lalu dikeringkan selama 1-3 jam. Dengan demikian mat obat nyamuk elektrik siap digunakan.
Pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai ini merupakan alternatif sebagai obat nyamuk yang aman bagi kesehatan ditinjau dari kandungan sitronela, minyak atsiri, lonanol dan geraniol pada bahan.

1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia sebagai negara tropis merupakan tempat subur berkembang biaknya nyamuk. Nyamuk termasuk kelas Insekta, ordo Diptera dan mempunyai banyak famili. Nyamuk berperan sebagai vektor penyakit untuk manusia (Gandahusada S dkk, 2000). Aedes adalah salah satu genus nyamuk yang sering menimbulkan masalah kesehatan. Genus Aedes merupakan vektor biologis dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Fillariasis (Brugia malayi dan Wucheria bancrofti), Yellow fever, Eastern Equine Enchepalomyelitis, California Enchephalomyelitis dan Venezuelan Equine Encephalomyelitis (Anonim, 2005).
Bila dielaborasi lebih jauh, penggunaan insektisida rumah tangga anti nyamuk sebagian besar menggunakan obat nyamuk bakar dan digunakan setiap hari (54%). Selain obat nyamuk bakar sebanyak 19% responden menggunakan dalam bentuk semprot, 17% dalam bentuk oles, 15% dalam bentuk mat elektrik, serta 10% menggunakan dalam bentuk cair dengan listrik (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, 2008).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW) tahun 2001, kandungan zat aktif yang terdapat dalam obat nyamuk bakar antara lain diklorvos, propoxuran (karbamat) serta diethyltoluamide. Sementara itu, kandungan zat aktif pada salah satu merk mat obat nyamuk elektrik terdapat D-aletrin (40mg/mat) dan transflutrin (3mg/mat). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diklorvos atau DDVP bersifat karsinogen, berdaya racun tinggi, dapat merusak sistem saraf, mengganggu sistem pernafasan dan jantung. Sedangkan menurut Lembaga Perlindungan Lingkungan di Amerika Serikat, Environment Protection Authority (USEPA) dan New Jersey Department of Health, diklorvos berpotensi menyebabkan kanker, menghambat pertumbuhan organ, merusak kemampuan reproduksi. Sementara itu, propoxuran (karbamat) adalah jenis racun kelas menengah dalam bentuk asap yang dapat mengaburkan penglihatan, menghasilkan keringat berlebih, pusing (sakit kepala) dan badan lemah. Dan untuk zat aktif diethyltoluamide (DEET) dapat menyebabkan infeksi kulit, kulit melepuh dan rasa panas pada kulit. Efek samping yang ditimbulkan oleh diethyltoluamide (DEET) sangat tergantung pada daya tahan sensitifitas atau kepekaan kulit pemakai.
Dengan melihat kondisi tersebut, penulis dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan tertulis ini memilih judul “Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan”.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis ini adalah untuk memanfaatkan kulit jeruk keprok dan serai sebagai bahan dasar pembuatan mat obat nyamuk elektrik.
2
Manfaat
Gagasan tertulis ini diharapkan dapat memberikan alternatif insektisida berbahan dasar alami bagi dunia ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat. Selain itu, gagasan tertulis bermanfaat untuk menciptakan produk mat obat nyamuk elektrik yang aman bagi kesehatan masyarakat.
GAGASAN
Kondisi Kekinian
Anti nyamuk mat adalah produk anti nyamuk yang terdiri dari mat terbuat dari pulp atau bahan lainnya yang mengandung bahan aktif insektisida, dapat ditambahkan stabilisator, bahan yang sinergis, unsur lepas lambat, pewangi dan pewarna. Unsur lepas lambat yaitu unsur yang mengikat dan melakukan slow release atau pelepasan unsur dengan waktu yang relatif lama. Obat nyamuk bentuk mat menggunakan alat pemanas listrik untuk menguapkan bahan aktif dari mat.
Tabel 1. Hasil Temuan Produk di Lapangan/Pasar
Sasaran
Merek Produk
Bahan Kimia
Pabrik
Harga Jual
Nyamuk
Hit Elektrik
D-allethrin 7,8%
Transflutrin 0,3%
PT. Megasari Makmur
Rp 4.800,-
Domestos Nomos
D-alletrhin 0,30%
Technopia Jakarta
Rp 2.300,-
Tiga Roda
Metofletrin 0,005%
 Sinar Plataco Semarang
 PTPerksa Olesindo Utama Medan
Rp 1.500,-
Autan
Deet 12,5%
Johson
Rp 500,-
Soffel
Diethyltoluamide 13%
Herlina Indah Jakarta
Rp 500,-
Baygon
Transflutrin 0,028%,
D-alletrin 0,1%
Walet Kencana Perkasa Surabaya
Rp 2.200,-
Top Super Jumbo
D-Transallethrin 0,25%
PT Budi Eka Reksa
Rp 1.800,-
Garuda Supra Jumbo
D-allethrin0,001%, Metofletrin 0,075%
PT MetroLintas Nusa Jawa Barat
Rp 2.000,-
Vape
Metofletrin 0,0015%
PT Fumakila Tangerang
Rp 1.500,-
Sumber : Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (2008)
Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa obat nyamuk (insektisida) yang beredar di pasaran semuanya mengandung zat aktif yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dari alokasi biaya pembelian insektisida rumah tangga per bulan, responden yang mengeluarkan kurang dari Rp 10.000 sebanyak 44%, mengeluarkan antara Rp 10.000 – Rp. 50.000 (54%), dan lebih dari Rp. 50.000 (2%). Dari harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat, penggunaan insektisida rumah tangga berbahan dasar kimiawi terlihat menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.
3
Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya
Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa ekstrak air kulit durian efektif sebagai obat nyamuk elektrik. Hal ini disebabkan karena kulit durian mengandung minyak atsiri, flavonoid, saponin, unsur selulosa, lignin serta kandungan pati. Kulit durian mempunyai bau yang sangat menyengat dan tidak disukai oleh nyamuk. Oleh karena itu, efek kandungan tersebut bisa mempengaruhi syaraf pada nyamuk dan akibat yang ditimbulkannya adalah nyamuk mengalami kelabilan dan akhirnya mati (Oktavianingrum, 2007). Namun, dengan berbahan dasar kulit durian dirasa kurang efektif, karena harga untuk buahnya saja lebih mahal daripada jeruk keprok. Baunya pun kadang terlalu menyengat, sebagian manusia tidak terlalu menyukai bau tersebut.
Pada penelitian lainnya disebutkan bahwa kulit bitter orange (Citrus aurantium) berpotensi sebagai insektisida (Mwaiko GL,1992). Kandungan limonin pada jeruk dapat dimanfaatkan sebagai larvasida (Jayakapras GK dkk, 1997). Penelitian yang dilakukan oleh Al Dakhil dan Morsy pada tahun 1999 didapatkan ekstrak etanol kulit jeruk lemon, graphefruit dan navel orange mempunyai efek larvasida yang telah dicobakan pada larva Culex pipiens. Slah satu bahan aktif utama kulit jeruk keprok (Citrus nobilis Lour) yang diperkirakan memiliki efek toksik terhadap larva adalah limonin. Senyawa ini merupakan komponen utama minyak kulit jeruk tetapi terdapat juga dalam minyak atsiri lain. Limonin termasuk jenis monoterpenoid. Senyawa ini dapat bekerja sebagai insektisida atau berdaya racun terhadap serangga (Dakhil MA and Morsy TA, 1999). Selain penelitian yang disebutkan diatas terdapat pula penelitian lain dalam mengatasi gangguan nyamuk yaitu dengan pemanfaatan tanaman adas.Tanaman adas adalah sejenis tanaman herba tahunan yang dapat tumbuh di dataran tinggi dengan tingkat adaptasi yang tinggi sehingga dapat mudah tumbuh tanpa memerlukan pemeliharaan khusus.Di dalam adas terdapat minyak atsir sekitar 6% diamana memiliki kandungan utama anethol (50-8-%), limonene (5%) , fenchone (5%) dan bahan lainnya seperti estragol(methylchavicol), safrol , alpha pinene , dan beta myrcene (Rusmin dan Melati,2007). Kandungan anethol pada tanaman ades bersifat repellen (anti serangga) khususnya pada nyamuk sehingga ades jugha dapat dijadiakn lotion anti nyamuk (Grainge dan ahmed,1987). Dengan sifat tanaman adas yang hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi inilah yang menyebabkan kekurangan tanaman ades pada segi bahan baku.
Gagasan yang Diajukan
Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia tersebut, maka perlu dikembangkan obat-obat pengusir atau pembunuh nyamuk dari bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia serta sumbernya tersedia dalam jumlah yang besar. Pemanfaatan insektisida alami dalam pemberantasan vektor diharapkan mampu menurunkan kasus DBD. Selain itu karena terbuat dari bahan alami, maka diharapkan insektisida jenis ini akan lebih mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
4
Ada beberapa pertimbangan kami dalam memilih kulit jeruk keprok adalah faktor tersedianya bahan, jeruk tersedia terus menerus tanpa mengenal musim ditambah lagi efisiensi tanaman jeruk pada masalah bibit dimana dalam sebiji jeruk apabila ditanam akan tumbuh lebih dari 1 tanaman (Agrimas, 2007).
Selain itu, produksi jeruk keprok di Indonesia melimpah. Produksi jeruk keprok dapat dilihat pada Tabel 1.
Pulau
Luas Lahan
Produksi
Kalimantan
3.997 HA
113.928 ton
Bali
7.838 HA
68.741 ton
Jawa
9.044 HA
446.985 ton
Sumatera
25.670 HA
703.571 ton
Papua
26 HA
1.020 ton
Sulawesi
8.204 HA
91.529 ton
Tabel 1. Produksi Jeruk Keprok Tahun 2007 (Agrimas, 2007)
Sedangkan total produksi jeruk keprok di Indonesia pada tahun 2010 adalah 2.355.500 ton (Anonim, 2010).
Pada kulit jeruk terdapat minyak atsiri yang antara lain memiliki kandungan limone (95%), myrcene (2%), noctanal (1%), pinene (0,4%), linanol (0,3%), decanal (0,3%), sabiene (0,2%), geranial (0,1%), neral (0,1%), dodecanal (0,1%), dan sitronela (0,5%) (Adityo Kurniawan, 2008). Sitronela berguna sebagai anti nyamuk dan aroma menyengat minyak atsiri yang tidak disukai nyamuk tetapi bagi manusia aromanya sangatlah harum. Selain kandungan yang tersebut di atas juga terdapat bahan seperti lonanol yang memiliki fungsi sebagai penenang syaraf-syaraf dalam tubuh.
Gambar 1. Jeruk Keprok
Serai adalah tanaman herbal menahun dengan tinggi 50-100 cm dengan panjang daunnya mencapai 1 m dan lebar 1,5 cm. Tanaman serai tumbuh berumpun sehingga tersedia melimpah. Serai dapat tumbuh di tempat yang kurang subur bahkan di tempat yang tandus karena mampu beradaptasi secara baik
5
dengan lingkungannya serta tidak memerlukan perawatan khusus baik waktu dan cara pemupukan. Keunggulan lain dari tanaman serai adalah termasuk tanaman abadi yang artinya penanaman hanya dilakukan sekali dan akan tumbuh terus menerus setiap tahunnya. Selain itu, penyimpanan serai memiliki daya tahan yang cukup bagus karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur (dapat mengurai anti oksidan dan demam) sehingga dapat bertahan selama 3 minggu bila disimpan dalam lemari es dan bila dibekukan dapat bertahan selama 6 bulan. Sebuah penelitian dari The Science and Technology Department’s Food and Nutrition Research Institute telah menentukan bahwa serai memiliki manfaat antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker, selain itu juga sebagai obat efektif untuk infeksi pada mata. Selain itu kandungan serai yaitu hidroksi citronelal, geraniol asetat dan menthol sintetik digunakan dalam industri wangi wangian hal ini karena wangi serai dapat mengurai stress dan insomnia (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2007).
Kandungan dari serai terutama minyak atsiri dengan komponen sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geraniol asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen (Andria, 2000). Hasil penyulingan dari serai itu sendiri dapat diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum citronellae, terutama terdiri atas geraniol dan sitronelal yang dapat digunakan untuk menghalau nyamuk (Haris, 1994) Sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuk (Kardiyan, 2003). ). Abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45% silika yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan karena sifat kepekaan tubuhnya terhadap ekstrak serai yang terdapat pada obat nyamuk elektrik.
Gambar 2. Serai
Dengan melihat kondisi miris tentang pemakaian insektisida buatan yang berbahaya, penulis mengajukan gagasan tertulis tentang pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai. Dari segi komposisi
6
bahan sangatlah aman, dimana dari bahan dasarnya itu sendiri memiliki kandungan sitronela, minyak atsiri, dan limonen yang berfungsi sebagai anti serangga yang berbau wangi sehingga aman dan nyaman jika digunakan. Dari segi ekonomi, untuk bahan kulit jeruk keprok dan serai masih terjangkau dan tergolong murah. Dari segi lingkungan, mat obat nyamuk elektrik ini dapat menekan angka sampah kulit jeruk, memanfaatkannya agar tidak terbuang percuma dan meningkatkan nilai ekonominya.
Pihak-Pihak yang Bersangkutan
Dalam hal ini, pihak yang bersangkutan untuk menerapkan program ini antara lain Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Jurusan Keteknikan Pertanian dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Selain itu, dalam proses penyediaan bahan baku dasar yaitu kulit jeruk dan serai, kami akan bekerja sama dengan industri minuman sari buah jeruk dimana kami akan mengambil kulit jeruk yang biasanya tidak termasuk dalam proses pembuatan minuman, sebagai contoh PT. Garuda Food, Pati, Jawa Tengah. Jika dalam pencarian bahan dasar pada skala perusahaan masih dianggap kurang mencukupi, tidak menutup kemungkinan kami akan langsung terjun di sentra perkebunan jeruk dan mengambil jeruk yang tidak layak jual namun kulitnya masih bisa di olah dan di proses, sebagai contoh senta perkebunan jeruk keprok di malang adalah Desa Gading Kulon, Desa Kucur, Desa Petung Sewu. Sementara itu, dalam penyediaan serai kami akan langsung mengambil dari petani karena tanaman serai ini relatif mudah dijumpai di berbagai daerah. Daerah sentra produksi serai-wangi di Indonesia adalah Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur (Ditjanben, 2007). Sedangkan pada proses pengemasan memiliki dasar pengemasan layaknya mat obat nyamuk elektrik yang telah beredar di masyarakat.
7
Implementasi Gagasan
Gambar 3. Diagram alir pembuatan mat obat nyamuk elektrik
Pemotongan
Penimbangan (100 gram)
Alkohol 70%= 15 ml
Air = 75 ml
Solutiogummi arabicum= 10 ml
Penghalusan dengan blender
Pencampuran
Bubur
Pencetakan & Pengeringan (1-3 jam)
Pengemasan
Mat Obat Nyamuk Elektrik
Kulit Jeruk
Serai
Potongan Kecil
8
Adapun proses pengemasan produk ini menggunakan hand sealer. Dengan hand sealer, produk yang dihasilkan kuat dan rata, dengan menggunakan sistem pemanas induksi sehingga hasilnya cepat dan rata, tidak menimbulkan panas terhadap operatornya. Panas hand sealer diatur dengan skala 1 – 9, dilengkapi dengan lampu led yang menyala selama proses sealer berlangsung dan akan otomatis mati yang menandakan proses sealer sudah selesai.
Gambar 4. Hand Sealer
Adapun produk yang dihasilkan, akan dikemas tidak jauh berbeda dengan produk mat elektrik yang beredar dipasaran.
Gambar 5. Mat elektrik
KESIMPULAN
Melihat angka ketergantungan masyarakat akan insektisida non alami dan berbahan zat aktif tinggi, penulis mengajukan gagasan tertulis tentang pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai. Adapun pertimbangan penulis memilih bahan dasar tersebut dikarenakan keunggulan kulit jeruk keprok dan serai adalah pada kandungan sitronela yang berguna sebagai anti nyamuk dan aroma menyengat minyak atsiri yang tidak disukai nyamuk tetapi bagi manusia aromanya sangatlah harum. Selain kandungan yang tersebut di atas, juga terdapat bahan seperti lonalol yang memiliki fungsi sebagai penenang syaraf-syaraf dalam tubuh. Sedangkan kandungan dalam serai adalah geraniol sebagai anti nyamuk. Kemudian abu dari serai itu sendiri mengandung
9
silika yang mengakibatkan serangga mengalami desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) Bahan-bahan dasar tersebut dapat diperoleh langsung dari alam.
Teknik implementasi yang dilakukan dalam program ini adalah yang pertama bekerja sama dengan Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Jurusan Keteknikan Pertanian dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang yang memiliki fasilitas yang menunjang pembuatan produk.
Selain itu, dalam proses penyediaan bahan baku dasar yaitu kulit jeruk dan serai, kami akan bekerja sama dengan industri minuman sari buah jeruk dimana kami akan mengambil kulit jeruk yang biasanya tidak termasuk dalam proses pembuatan minuman, sebagai contoh PT. Garuda Food, Pati, Jawa Tengah. Jika dalam pencarian bahan dasar pada skala perusahaan masih dianggap kurang mencukupi, tidak menutup kemungkinan kami akan langsung terjun di sentra perkebunan jeruk dan mengambil jeruk yang tidak layak jual namun kulitnya masih bisa di olah dan di proses, sebagai contoh senta perkebunan jeruk keprok di malang adalah Desa Gading Kulon, Desa Kucur, Desa Petung Sewu. Sementara itu, dalam penyediaan serai kami akan langsung mengambil dari petani karena tanaman serai ini relatif mudah dijumpai di berbagai daerah. Daerah sentra produksi serai-wangi di Indonesia adalah Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur (Ditjanben, 2007). Apabila proses pembuatan selesai dan produk layak pakai, produk akan dikemas dan dipasarkan ke kios-kios terdekat.
Melihat produk mat obat nyamuk berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih baik dibandingkan produk mat obat nyamuk sebelumnya (insektisida non alami), dapat diambil kesimpulan bahwa prospek produk ini akan diterima masyarakat dengan baik. Prediksi harga jual yang akan ditentukan adalah Rp 3150,00/21 mat, harga tersebut lebih murah dibandingkan harga “HIT” elektrik berbahan dasar kimia yang beredar di masyarakat (Rp 4800,00/21 mat). Manfaat yang dapat diambil secara garis besar adalah kesehatan bagi pengguna. Selain itu, dengan pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai diharapkan dapat memberi alternatif terbaik dalam menangani angka ketergantungan masyarakat akan obat nyamuk (insektisida non alami) dan menghasilkan insektisida alami yang aman bagi kesehatan masyarakat.
10
DAFTAR PUSTAKA
Andria, Agusta. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung:
ITB.
Anonim. 2005. Parasitologi Arthropoda. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Anonim. 2010. Prospek Menguntungkan: Investasi Budidaya Jeruk Borneo Prima. Samarinda : Badan Promosi dan Investasi Daerah Kalimantan Timur
Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2007. Tanaman Atsiri Untuk Konservasi dan Sumber Pendapatan Petani. Dimuat di Majalah Sinar Tani, 14 Februari 2007
Dakhil MA dan Morsy TA. 1999. The larvicidal activities of peel oils of three citrus fruits againts Culex pipiens. Department of Zoology, Faculty of sciences, King Saud University, Saudi Arabia. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pubmed&dopt=abstract&letuids=10605488, diakses pada tanggal 16 Desember 2011
Gandahusada S, Ilahude HD, dan Pribadi W. 2000. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: FKUI.
Haris, Ruslan. 1994. Tanaman Minyak Atsiri. Jakarta: Penebar Swadaya.
Jayaprakas GK, Singh RP, Pereira J, dan Sakariah KK. 1997.Limonoid from citrus reticula and their moult inhibiting activity in mosquito culex quinquefasciatus larvae.Central Food Technological research Institute,Mysore.Indi.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pu bmed&dopt=abstract&let_uids=9115692, diakses pada tanggal 16 desember 2011..
Kapitalindo, Agrimas. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis: Jeruk. http://www.agrimaskapitalindo.com, diakses pada tanggal 16 Desember 2011.
Kardinan, Agus dan Azmi Dhalimi. 2010. Potensi Adas (Foeniculum vulgare) Sebagai Bahan Aktif Lotion Anti Nyauk Demam Berdarah (Aedes aegypti). Jurnal Bul. Littro (Vol. 21 No.1): 62.
Kardiyan, Agus. 2003. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Tangerang :
PT Agromedia.
Kurniawan, Adityo, dkk. 2008. Ekstraksi Minyak Kulit Jeruk degan Metode Distilasi, Pengeprasan dan Leaching. Jurnal Widya Teknik (Vol.7): 16.
11
Mwaiko GL. 1992. Citrus Peel Oil Extract as Mosquito Larvae Insecticides. http://www.ncbi.nlm.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pubmed&dopt=abstract&let_uids=16611035, diakses pada tanggal 16 Desember 2011.
Oktavianingrum. 2007. Skripsi : Uji Aktivitas Minyak Atsiri Kulit Durian (Durio zibethinus murr) Sebagai Obat Nyamuk Elektrik Terhadap Nyamuk Aedes aegypti.Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). 2008. Antinyamuk : Pestisida dibalik selimut. http://www.ylki.or.id/antinyamuk-pestisida-dibalik-selimut.html, diakses pada tanggal 21 Desember 2011.
12
BIODATA PELAKSANA
Nama : Moh. Risal Siregar
NIM : 115100601111003
Jurusan : Keteknikan Pertanian Minat Teknik Bioproses
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 13 November 1993
Alamat Rumah : Jln. Kertorahayu Dalam 50B
No. Hp : 085641059542
E-mail : gruvytime@yahoo.co.id
man.guitar6@gmail.com
Riwayat Pendidikan : SD Kalipang II
SMP 1 Kragan
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
BIODATA PELAKSANA
Nama : Muhammad Alfian Nurul Lutfi
NIM : 115100300111014
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 15 Januari 1993
Alamat Rumah : Jln. Senggani 26 Kec.Lowokwaru,Soekarno Hatta
No. Hp : 085785422430
E-mail : Alfian.Nurul242@yahoo.com
Riwayat Pendidikan : SD Lambangan Wetan
SMP 1 Sulang
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
Malang, 28 Februari 2012
(Moh. Risal Siregar)
NIM. 11510060111003
Malang, 28 Februari 2012
(Muh. Alfian Nurul Lutfi)
NIM. 115100300111014
13
BIODATA PELAKSANA
Nama : Andrian Wahyu Jati
NIM : 0811030006
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 02 Oktober 1990
Alamat Rumah : Jalan Sumbersari 171, Malang.
No. Hp : 085292788401
E-mail : andrianjati@gmail.com
Riwayat Pendidikan : SD Kalipang 2
SMP 1 Kragan
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama Lengkap dan Gelar : Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc
NIK : 871025 10 1 2 0243
Fakultas/Program Studi : Teknik. Pertanian / Keteknikan Pertanian
Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Bidang Keahlian : Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian
Alamat : Jalan Soekarno Hatta PTP I No. 7 Malang 082138907643 / 08994167296
Malang, 28 Februari 2012
(Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc)
NIK. 871025 10 1 2 0243
Dr. Ir. Hj. Elok Zubaidah, MP
Malang, 28 Februari 2012
(Andrian Wahyu Jati)
NIM. 0811030006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s