Proposal PKM-K

Posted: July 17, 2013 in Uncategorized

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

 “Anehdot (Aneka Hiasan Sedotan)”

 

 

BIDANG KEGIATAN :

PKM KEWIRAUSAHAAN (PKM-K)

 

 

Diusulkan oleh :

Andhista Pratamajaya             (08013137)

Fajaruddin Dewantara                        (11013014)

Henri Wirawan                        (11013039)

Ragayu Prita Budhi                (11013049)

Diah Rizki Larasati                 (11013063)

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2013

 

HALAMAN PENGESAHAN

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

 

  1. Judul Kegiatan              :  “Anehdot (Aneka Hiasan Sedotan)”
  2. Bidang Kegiatan                       :  (  ) PKM-P (  ) PKM-M  (  ) PKM-K (√ )

(  ) PKM-T

  1. Ketua Pelaksana Kegiatan
    1. Nama Lengkap                                     : Fajaruddin Dewantara
    2. NIM                                                     : 11013014
    3. Jurusan                                                 : Psikologi
    4. Universitas                                           : Universitas Ahmad Dahlan
    5. Alamat Rumah dan No Tel./HP           :
    6. Alamat email                                        : –

Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis   : 5 Orang

Asisten Pendamping                            : –

  1. Biaya Kegiatan Total
  2. Jangka Waktu Pelaksanaan           :  5  bulan
  1. Dikti                                        : Rp. 12,500.000
  2. Sumber lain                             : –

                                                

Yogyakarta, 21 Juni 2013

Menyetujui

Dosen Pembimbing                                             Ketua Pelaksana Kegiatan

(Unggul H. N. Utomo, M.Si, Psikolog)                          (Fajaruddin Dewantara)

NIY. 60010241                                                    NIM. 11013014

Wakil Ketua Kaprodi

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

 

 

 

(Erny Hidayati, S.Psi.)

NIP. 60010378

  1. A.    JUDUL PROGRAM

    “Anehdot (Aneka Hiasan Sedotan)

  1. B.     LATAR BELAKANG MASALAH

Dewasa ini perubahan iklim yang sangat ekstrem dan isu – isu lingkungan sangat marak terdengar di masyarakat. perubahan pola dan gaya hidup masyarakat yang dipengaruhi oleh berkembangnya teknologi dan komunikasi sangatlah berpengaruh terhadap sikap manusia terhadap lingkungan sekitar. Perubahan pola dan gaya hidup yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan komunikasi ini telah membawa manusia dalam masalah-masalah lingkungan yang sangat kompleks, banyak nya bencana seperti banjir, tanah longsor, angin topan, global warming dan kekeringan merupakan bencana alam yang sebagian besar merupakan dampak dari perilaku manusia dalam memperlakukan lingkungan sekitar. Selain itu, perkembangan teknologi dan komunikasi menjadikan kebutuhan manusia menjadi lebih banyak, semakin banyak kebutuhan dari manusia maka semakin banyak permintaan dari manusia kepada alam sekitar dalam memenuhi kebutuhan mereka, akibatnya banyak dari manusia yang terlalu mengekploitasi sumber daya alam yang ada guna memenuhi kebutuhan mereka secara berlebihan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Jika kita membicarakan manusia dalam hubungan dengan lingkungan manusia adalah salah satu anggota ekosistem yang mempunyai fungsi dan posisi tertentu maka kita harus mendefinisikannya secara tertentu pula. Salah satu definisi yang penyusun anggapan paling sesuai untuk menggambarkan manusia dalam rangka hubungan dengan lingkungan adalah seperti yang diajukan oleh S. Kaplan dan R. Kaplan (1989), yaitu manusia adalah mahkluk sosial berakal sehat.

Sebagai mahkluk berakal sehat, manusia selalu ingin menggunakan akal sehatnya, tetapi iya tidak selalu bisa melakukannya. Faktor yang paling mempengaruhi dalam mewujudkan akal sehatnya itu adalah situasi dan kondisi lingkungan. Disinilah, menurut S. Kaplan dan R. Kaplan, manusia sebagai mahkluk berakal sehat berbeda dari manusia sebagai makhluk rasional. Rasio tidak bergantung pada situasi, sedangkan akal sehat bergantung pada situasi, sebagai mahkluk rasional misalnya, manusia tahu bahwa jika ia membuang sampah sembarangan, ia akan mengotori lingkungan dan hal ini berlaku dimana saja dan kapan saja selain itu juga apabila sampah-sampah dibiarkan saja maka akan menyebabkan global warming. Akan tetapi, jika manusia kebetulan sedang berada di tempat yang memang sudah kotor dan penuh dengan sampah, akal sehatnya akan berkata bahwa tidak apalah ia membiarkan sampah tersbut ditempat itu dari pada ia harus repot-repot memungut sampah yang kotor dan banyak kuman itu.

Di Indonesia ini banyak orang telah mengetahui bahwa menjaga kelestarian lingkungan sangatlah penting untuk tetap memelihara tanah air Indonesia ini seiring berkembangnya waktu dan semakin meningkatnya pencemaran ‘global warming’ serta banyak terjadinya bencana alam. Namun, masih banyak orang yang menjadikan itu hanya sebatas pengetahuan mereka saja dan tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, sampah-sampah yang sudah dibuang dan dianggap sudah tidak berfungsi lagi, ada banyak cara untuk memanfaatkan limbah sampah-sampah tersebut menjadi sebuah karya manusia yang bisa berfungsi dan bermanfaat. Namun masih banyak masyarakat yang tidak memikirkan hal itu dan mereka berpikir juga tidak ingin repot-repot memungut sampah itu untuk dijadikan sebuah karya yang lebih bermanfaat.

  1. C.    PERUMUSAN MASALAH

Permasalahan yang menjadi latar belakang proposal ini adalah :

  1. Banyaknya sampah yang dibiarkan menumpuk yang dapat menyebabkan

global warming

  1. Kurangnya inisiatif untuk mendaur ulang limbah sampah yang menumpuk
  2. Banyaknya sedotan yang langsung dibuang setelah sekali dipakai
  3. Banyaknya gangguan kesehatan yang diakibatkan dari penggunaan sedotan bekas untuk dipakai kembali
  1. D.    TUJUAN PROGRAM

Program ini bertujuan:

  1. Memanfaatkan limbah sampah dengan mendaur ulangnya khususnya limbah sampah yang berupa sedotan.
  2. Membuat inovasi berupa aneka hiasan dengan bahan dari sedotan
  1. E.     LUARAN YANG DIHARAPKAN

Produk yang dihasilkan adalah pernak-pernik dari sedotan. Pernak-pernik sedotan ini dibuat untuk menambah inovasi dan menampilkan barang-barang berupa pernak-pernik dari bahan sedotan seperti tempat pensil, dompet kecil, dll. Pernak-pernik sedotan ini diharapkan nantinya dapat menjadi konsumsi publik dan bisa membantu mengurangi limbah sampah yang tidak bermanfaat.

 

  1. F.     KEGUNAAN

Kegiatan ini memiliki kegunaan yang baik diantaranya :

  1. Kegiatan ini dapat mengasah keterampilan berwirausaha mahasiswa.
  2. Kegiatan ini melatih kemampuan bekerja sama di dalam tim.
  3. Kegiatan ini dapat mengasah kreatifitas mahasiswa
  4. Dapat meningkatkan manajemen waktu dan uang mahasiswa.
  5. Dapat meningkatkan konsumsi masyarakat akan aneka hiasan dari bahan

sedotan.

  1. Dapat menjadi inspirasi dalam mendaur ulang limbah sampah yang hanya

dibiarkan begitu saja

  1. G.    GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Rencana usaha ini awalnya memiliki tujuan yang baik untuk masa depan kami. Tujuannya selain ingin mendapat keuntungan dan tambahan uang saku, usaha ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua kita sehingga tidak perlu membiayai uang saku, lalu ingin membuat inovasi lain dengan cara mendaur ulang limbah sampah terutama barang yang berupa sedotan untuk dijadikan aneka hiasan.

  1. Product (Produk)

Produk ini merupakan pengembangan dari pengolahan limbah sampah khususnya yang berupa sedotan sebagai hiasan yang lebih bermanfaat. Keunggulan yang dimiliki produk ini adalah memanfaatkan limbah sampah sebagai sesuatu yang diolah menjadi barang yang bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan.

“Anehdot” memiliki beberapa aneka hiasan,  diantaranya yaitu:

  1. Hiasan Lampu
  2. Hiasan gorden
  3. Tempat pensil
  4. Tempat tisu

Tetapi produk utama yang lebih kami fokuskan adalah hiasan lampu dari bahan sedotan .

  1. Price (Harga)

Karena kami memfokuskan pada hiasan lampu maka hiasan lampu ini akan kami jual mulai dari harga paling minim dari harga produksinya, yaitu Rp 25.000 per buah. Sehingga dengan harga       Rp 25.000 per buah kami mentargetkan pada kalangan mahasiswa dan kalangan masyarakat menengah ke bawah, karena menurut kami harga jual yang tidak terlalu tinggi akan membantu memperlancar proses penjualan untuk semua kalangan. Harga tersebut juga ditentukan berdasarkan perhitungan dengan biaya produksinya, selanjutnya harga akan mulai kami pertimbangkan jika tingkat permintaan konsumen mulai meningkat. Sehingga telah kami perhitungkan besarnya nilai keuntungan yang akan kami peroleh. Sedangkan hiasan gorden akan kita jual dengan harga Rp 35.000 karena bahan-bahan gorden tersebut akan ditambah dengan manik-manik penuh warna. Sedangakan untuk tempat pensil kita jual dengan harga mulai dari Rp 7.000-Rp 20.000 tergantung dari ukuran dan variasi. Untuk kotak tisu standar ukuran tisu biasa kita jual dengan mulai harga Rp 15.000.

 

  1. Place (Tempat/Lokasi Produksi)

Tempat produksi Aneka Hiasan Sedotan Anehdot ini di Jalan Wonosari km8 Potorono RT3 Potorono Banguntapan Bantul Yogyakarta, dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut strategis dan memudahkan dalam pencarian bahan baku.

  1. Promotion (Promosi)

Secara umum, dalam memasarkan produk yang baru, maka sektor promosi merupakan hal yang sangat penting untuk kami perhatikan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempromosikan produk kami yaitu:  

  1. Penyebaran Informasi secara langsung

Penyebaran informasi secara langsung dilakukan oleh kelompok “Anehdot” dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Cara promosi demikian dimulai pada teman-teman kami. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi kejelasan produk yang lebih efektif dan setelah itu, diharapkan konsumen akan dapat menyebarkan keunggulan produk kami kepada lebih banyak orang.

  1. Pemberian Informasi secara tidak langsung

Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya penyebaran brosur dan leaflet, penempelan poster, pemasangan spanduk, dan pemasangan banner produk “Anehdot” akan menggambarkan keunggulan produk kami dalam media promosi tersebut yang secara otomatis juga akan menyertakan nomor telepon untuk memudahkan konsumen yang akan meminta pesanan

  1. Melalui sarana teknologi dan informasi

Semakin berkembangnya teknologi, fasilitas internet semakin mudah didapatkan. Jadi sudah hal yang biasa jika memanfaatkan internet sebagia media promosi. Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Selain itu promosi juga dapat dilakukan melalui broadcast melalui BBM.

  1. People (Orang)

Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot”  menggunakan sumber daya manusia untuk membuat dan memasarkan produknya. Tanpa adanya manusia, Produk Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot” tidak akan bisa dibuat  dan dipasarkan. Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot” dibuat dan dipasarkan oleh 5  orang yang semuanya merupakan anggota dari pembuatan PKM Kewirausahaan ini. Konsumen sebagai pembeli berinteraksi dengan pembuat dan pemasar c  sehingga menciptakan proses jual beli.

  1. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot” dalam pemasarannya memiliki beberapa ciri-ciri. Ciri tersebut adalah perbedaan dalam sistem produksi produk yang menambahkan manik-manik untuk mempercantik produk yang akan dipasarkan. Selain itu hal itu kami juga mengutamakan kualitas produk Aneka Hiasan sedotan “Anehdot” karena produk-produk hiasan tersebut adalah handmade, sehingga kualitas dari Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot” ini mengedepankan kualitas produk.

  1. Process (Proses)

Proses pembuatan Aneka Hiasan Sedotan “Anehdot” dilakukan secara manual dengan merangkai produk-produk kami yang dilakukan secara handmade. Pembuatan sedotan menjadi bentuk-bentuk tertentu (lingkaran, bunga/segi lima) menggunakan proses handmade,  setengah itu bahan yang setengah jadi tersebut dironce dan dirangkai sesuai dengan produk yang akan diproduksi

  1. H.     METODE PELAKSANAAN PROGAM
    1. a.      Tahap Perencanaan
  1. Pra Produksi

Hal pertama yang dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu survey pasar yang dilakukan sebagai langkah awal dalam memulai sebuah usaha. Tujuan dilakukannya survei  adalah untuk mengetahui kondisi pasar, minat konsumen, dan perencanaan inovasi lebih lanjut.

Hal kedua yang perlu dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu melakukan studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki prospek yang menguntungkan dan memiliki prospek jangka panjang.

  1. Tahap Persiapan

Persiapan yang perlu dilakukan adalah meliputi persiapan dalam pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untk menunjang proses produksi.

Persiapan dan pengadaan  bahan baku serta perlengkapan alat-alat untuk langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang lengkap akan memudahkan saat proses produksi.

  1. Tahap Pengadaan Produk

Pembuatan sampel barang diperlukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kualitas suatu produk sebelum nantinya dipasarkan dalam jumlah besar. Dalam pembuatan, hal yang perlu dilaksanakan adalah mengetahui gambaran akhir produk, pengemasan produk, keserasian produk dengan objek di lapangan, serta penampilan produk. Sampel yang telah dibuat kemudian dibuat sebagai acuan untuk mengenali selera masyarakat dan dapat dijadikan sebagai tolok ukur produk yang bagaimana yang sesuai dengan selera masyarakat.

  1. Produksi
  1. Tahap pelaksanaan kegiatan

Proses produksi merupakan kegiatan inti dari aktivitas wirausaha, kegiatan produksi memiliki beberapa tahapan, tahapan tersebut meliputi persiapan bahan baku, kegiatan pengolahan  dan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran kepada konsumen

Salah satu kegiatan produksi adalah pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting karena dengan pemasaran, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dapat dikatakan berhasil ketika terdapat suatu strategi pemasaran yang efektif dan menarik konsumen, misalnya melalui mekanisme penentuan segmentasi pasar dan pemasaran melalui media-media sosial yang atraktif dan dapat menarik konsumen. Pemasaran juga harus memperhatikan segmentasi konsumen dan segmentasi lokasi pemasaran, kegiatan promosi dan kegiatan perluasan usaha atau pangsa pasar.

Promosi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Hal ini dilakukan dengan membuat pamflet-pamflet yang di design  dengan sedemikian rupa dan berisi informasi tentang gambaran produk, penawaran barang dan harga,  cara pemesanan, diskon yang diberikan kepada pelanggan serta mengenai lokasi penjualan produk. Sasaran pamflet  ini adalah tempat-tempat umum yang potensial untuk dikunjungi banyak orang, seperti pasar, alun-alun kota, kantor-kantor pemerintah, lembaga pendidikan, dan pada tempat-tempat strategis misalnya di daerah perempatan atau pertigaan jalan raya yang sering dilalui oleh banyak orang.

  1. Pasca Produksi
  1. Tahap pelaporan

Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan pelaporan yang berada pada tahap pasca produksi. Tahap pelaporan berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap pasca produksi dan tahap produksi dengan durasi waktu tertentu. Tahap pelaporan ditujukan untuk mengetahui rangkaian kegiatan usaha dan keuntungan yang didapat, sehingga diperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi.

                                                                                                             

  1. I.        JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

 

Kegiatan  PKM ini direncanakan berlangsung 5 bulan. Rencana program ini tertera pada tabel dibawah ini :

Tabel Rencana Jadwal Pelaksanaan Program

No Jenis Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Pengumpulan bahan baku (sedotan)
2. Pembelian alat
3. Pembelian Bahan
4. Riset Pasar
5. Proses Produksi (pembuatan bahan)
6. Pembuatan banner
7. Promosi
8. Penyerahan laporan
  1. J.      NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA KELOMPOK

Ketua dan Anggota Kelompok

  1. 1.      Biodata Ketua
    1.               a.      Nama Lengkap                       : Fajaruddin Dewantara
    2.              b.      NIM                                        : 11013014
    3.               c.      Tempat, tanggal lahir              : Bandung, 21 Desember 1993
    4.              d.      Fakultas/Program Studi          : Psikologi /Psikologi
    5.               e.      Perguruan Tinggi                    : Universitas Ahmad Dahlan
    6.               f.      No. Telp                                  : 08175415505
    7.              g.      Email                                      : –
    8.              h.      Waktu kegiatan PKM             : 6 jam/minggu

Ketua Pelaksana,

Fajaruddin Dewantara

11013014

  1. Biodata Anggota 1
    1.               a.      Nama Lengkap                       : Andhista Pratamajaya
    2.              b.      NIM                                        : 08013137
    3.               c.      Tempat, tanggal lahir              : Pati, 18 Desember 1989
    4.              d.      Fakultas/Program Studi          : Psikologi /Psikologi
    5.               e.      Perguruan Tinggi                    : Universitas Ahmad Dahlan
    6.               f.      No. Telp                                  : 085643205209
    7.              g.      Email                                      : –
    8.              h.      Waktu kegiatan PKM             : 6 jam/minggu

Anggota Pelaksana,

Andhista Pratamajaya

0801313

  1. Biodata Anggota 2
    1.               a.      Nama Lengkap                       : Henri Wirawan
    2.              b.      NIM                                        : 11013039
    3.               c.      Tempat, tanggal lahir              : Yogyakarta, 22 April 1993
    4.              d.      Fakultas/Program Studi          : Psikologi /Psikologi
    5.               e.      Perguruan Tinggi                    : Universitas Ahmad Dahlan
    6.               f.      No. Telp                                  : 085741147387
    7.              g.      Email                                      : –
    8.              h.      Waktu kegiatan PKM             : 6 jam/minggu

Anggota Pelaksana,

Henri Wirawan

11013039

  1.  Biodata Anggota 3
    1.               a.      Nama Lengkap                       : Ragayu Prita Budhi
    2.              b.      NIM                                        : 11013049
    3.               c.      Tempat, tanggal lahir              : Yogyakarta, 9 Februari 1993
    4.              d.      Fakultas/Program Studi          : Psikologi /Psikologi
    5.               e.      Perguruan Tinggi                    : Universitas Ahmad Dahlan
    6.               f.      No. Telp                                  : 085729515399
    7.              g.      Email                                      : –
    8.              h.      Waktu kegiatan PKM             : 6 jam/minggu

Anggota Pelaksana,

Ragayu Prita Budhi

11013049

  1. Biodata Anggota 4
    1.               a.      Nama Lengkap                       : Diah Rizki Larasati
    2.              b.      NIM                                        : 11013063
    3.               c.      Tempat, tanggal lahir              : Bantul, 2 Desember 1992
    4.              d.      Fakultas/Program Studi          : Psikologi /Psikologi
    5.               e.      Perguruan Tinggi                    : Universitas Ahmad Dahlan
    6.               f.      No. Telp                                  :
    7.              g.      Email                          :
    8.              h.      Waktu kegiatan PKM             : 6 jam/minggu

Anggota Pelaksana,

Diah Rizki Larasati

11013063

  1. K.     RANCANGAN BIAYA

No

Nama Barang

Harga (Rp)

Jumlah

Satuan

Total harga (Rp)

Masa pakai

1.

Gunting

10.000

5

Buah

50.000

36

2.

Ember

10.000

3

Buah

30.000

36

3.

Benang Nilon

10.000

5

Bundel

50.000

36

4.

Jarum kecil

20.000

1

Lusin

 20.000

36

5.

Benang jahit

10.000

12

buah

120.000

36

6.

Jarum besar

30.000

1

Lusin

30.000

36

7.

Baskom

7.000

5

Buah

 35.000

36

8.

Plastik

10.000

3

lusin

30.000

36

9.

Banner

300.000

1

Buah

 300.000

36

10.

Manik-manik

10.000

10

pack

100.000

36

11.

Alat pengeprs

2.000.000

1

Buah

2.000.000

36

12.

Lem tembak

50.000

5

Buah

250.000

36

13.

Isi lem tembak

 5.000

10

Buah

50.000

36

14.

Kawat

100.000

2

Gulung

200.000

36

15.

Tang

25.000

4

Buah

100.000

36

16.

Alat perekat plastik (ukuran 40 cm)

320.000

3

Buah

960.000

36

17.

Pewarna (pylox)

55.000

5

Buah

275.000

36

18.

Alat pemotong (pisau)

20.000

5

Buah

100.000

36

19.

Besi buat kerangka

4.800

100

meter

480.000

36

20.

Alat perekat besi

400.000

1

buah

400.000

36

TOTAL

5.580.000

 

 

 

 

SELF DESCRIPTION

Posted: April 21, 2013 in Uncategorized

DISKRIPSI DIRI

Nama saya Andhista Pratamajaya, biasa dipanggil Andhis atau Andhes. Saya adalah anak laki-laki yang terlahir sebagai anak pertaman dari dua bersodara, dan adek saya juga laki-laki dan sekarang masih kelas 2 SMA. Saya lahir di kota Pati Jawa Tengah pada tanggal 18 Desember 1989. Saya terlahir di linkungan asrama Polisi, karena orang tua saya adalah aparat kepolisian. Dan keluarga saya tinggal di Pati.

Saya mulai bersekolah di taman kanak-kanak bhayangkari 42, itu pada umur 4 tahun, dan sempat pindah sekolah di TK Aisyah. Sehingga saya taman kanak-kanak 2tahun lebih. Lalu saya bersekolah di SD Negeri Ngarus 02 Pati dan Lulus pada tahun 2002. Masuk sekolah di SMP Negeri 03 dan lulus pada tahun 2005. Lalu melanjutkan ke SMA, namun saya memilih salah satu SMA di jogja yang katanya bagus prestasi basketnya. Yaitu di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Saya pindah ke jogja karena saya ingin mengembangkan bakat basket saya di jogja. Setelah 3tahun SMA dan Lulus pada tahun 2008 saya ingin mendaftar kepolisian, namun masih gagal. Dan akhirnya saya menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi muhammadiyah yaitu Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada tahun 2008 hingga sekarang dengan mengambil program studi S1 Psikologi yang sudah menduduki semester 10.

Cita-cita saya dahulu adalah menjadi seorang Polisi. Saya minat sekali ingin menjadi polisi karena profesi tersebut menurut saya berwibawa dan sebagai seorang laki-laki yang dapat mengayomi masyarakat. Pada bangku sekolah saya termasuk siswa yang aktif dalam bidang olahraga karena selalu mengikuti kegiatan-kegiatan atau organisasi yang berbasis olahraga. Dan pernah mewakili sekolah dalam lomba-lomba olahraga serta sebagai anggota paskibra.

Saya adalah termasuk orang yang aktif dan humoris hal ini sering dikatakan oleh teman-teman, keluarga, atau orang yang dekat dengan saya. Hobi saya tidak lain dan tidak bukan adalah basket, itu sudah saya tekuni sejak saya SD, dan sampai sekarang masih berjuang hingga saya berhasil masuk d salah satu club ternama d jogja, dan banyak prestasi dan pengalaman yang saya dapat disitu. Dan masih ada prestasi yang lain pernah saya dapat, yaitu berjuang bersama tim psikoteraphy UAD tahun 2010,2011 dan 2012 dan mendapatkan 3kali juara 2 berturut-turut di tingkat nasional. Dan sampai sekarangpun saya masih aktif di dunia perbasketan. SALAM OLAHRAGA !!

PENGALAMAN WIRAUSAHA

Dari hobi saya bermain basket, saya punya pengalaman berwirausaha bisnis menjual gantungan kunci dan miniatur pemain basket pada film kartun Slam Dunk, juga gantungan kunci dan miniatur pemain basket NBA. Awalnya saya di tawari oleh teman basket saya dari Jakarta gantungan kunci dan miniatur pemain basket. Ketika itu saya beli satu gantungan kunci seharga Rp 90.000,00 dan tidak beli miniatur pemain basket karena harganya lebih mahal yaitu Rp 130.000,00.

Dari gantungan kunci, banyak teman-teman yang menanyakan gantungan kunci itu, dari situ saya mulai menawarkan k teman-teman gantungan kunci itu seharga Rp 120.000,00. Dan banyak teman yang mau beli, namun saya bilang pesan dulu dan 1 minngu baru ada. Pertama ada 8 orang yang pesan dan teman saya yang dari jakarta saya suruh kirim dengan ongkos kirim 40rb. Dan saya laba Rp 200.000,00 (lumayan buat jajan,hahaha). Dan bisnis ini saya jalankan dengan ketentuan ada 5 orang pemesan atau 5  gantungan kunci, jadi tidak rugi di ongkir. Hingga akhirnya bisnis saya berhenti ketika teman saya yang di Jakarta sudah pulang k Jogja lagi karena sudah lulus kuliahnya.

IDE KEWIRAUSAHAAN

Posted: April 20, 2013 in Uncategorized

IDE KEWIRAUSAHAAN

1. Ide Usaha          : “TAS SEPATU TRASNPARANT”

Jenis Wirausaha    : Manufaktur (produksi)

Alasannya           :

Karena saya adalah orang yang suka dengan olahraga, terutama olahraga basket. Saya mendapatkan ide ini karena saya melihat banyak teman-teman basket saya yang sepatu nya hanya dimasukan ke dalam tas ranselnya atau bahkan juga ada yang hanya di bungkus tas kresek. Tetapi ada juga yang punya tas sepatu yang berbahan dasar kain tebal (kain tas pada umumnya), dan mungkin harganya juga mahal. Dari situ saya mendapatkan ide untuk membuat tas sepatu berbahan dasar selain dari kain, dan lebih keren. Dan terfikirlah oleh saya membuat tas sepatu transparan berbahan dasar plastik transparant yang agak tebal. Namun ide ini belum saya tindaklanjuti karena masih sibuk dengan urusan yang lain dan tidak ada nya modal. Hehee…

ini gambaranya..

IMG-20130421-02383

2. Ide Usaha          : “LOUNDRY SEPATU BASKET”

Jenis Wirausaha    : Jasa

Alasanya            :

Masih seputaran basket juga, saya kepikiran ide ini karena saya mengobservasi dan wawancara singkat dari narasumber para pemain basket. Disini permasalahanya adalah aroma bau sepatu yang busuk dari sepatu para pemain. Banyak saya menjumpai dan mencium aroma yang tidak sedap ketika selesai latihan dan mereka mencopot sepatunya. Dan saya bertanya kepada beberapa pemain “kenapa sepatumu bau?” dan banyak yang menjawab “ga pernah di cuci, males nyuci karena capek, males nyuci karena sibuk, dan ada juga yang bilang takut hilang pas dijemur.. hahahaa. Nah terfikirlah loundry sepatu basket, yang mungkin bisa lebih praktis dan sepatu jadi tidak bau lagi dehh,, hehee

 

Kisah Pengusaha Sukses yang Berusia 18 Tahun


Bisnis aneka minuman cepat saji kian mengalir. Mulai mengusung merek pribadi hingga waralaba (franchise). Bahan dasarnya bisa susu, cincao, teh, sinom alias jamu, buah, hingga yang serba racikan sendiri. Bisnis teh kemasan siap saji misalnya, banyak diminati lantaran keuntungan yang diperoleh cukup besar, cara pembuatannya juga tak sulit.
Meracik teh yoghurt kini menjadi andalannya. Padahal, Victor Giovan Raihan, pelajar 18 tahun ini, semula hanya iseng-iseng saja membuat minuman yang memadukan teh dan susu fermentasi ini. Hasilnya, minuman olahannya ternyata memiliki banyak penggemar.

“Modal awalnya Rp 3 juta dengan meminjam dari orangtua sekitar 2010. Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu,” aku pemilik merek Teh Kempot ini.
Ide menamai Teh Kempot berasal dari cara orang minum teh kemasan dengan sedotan, jika teh terasa enak dan hampir habis pasti orang akan terus menyedot hingga bentuk pipinya kempot. Begitu kira-kira harapan Victor menjadikan teh yoghurt berasa paling yummy.
Sulung dua bersaudara yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kepanjen ini memiliki 10 outlet yang dikelola sendiri dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya. Bermitra dengannya cukup bayar Rp 3,5 juta dan akan mendapatkan 1 paket booth (gerobak), alat masak dan 100 cup (gelas kemasan) pertama. Dua mitra diantaranya ada di Jakarta dan Palembang, lainnya tersebar di Kota Malang.
“Saya belum berani menjual hak dagang secara franchise karena masih sangat pemula. Jujur saja bisnis teh kemasan siap saji ini marjin keuntungannya bisa 350 persen. Kalau kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya hanya 100 persen,” lanjut putra pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto.
Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt. Outlet baksonya baru ada lima, kesemuanya ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti butuh minum.
“Saya coba beli daun teh setengah matang dari pemasok, saya kelola sendiri lalu saya mix dengan yoghurt (susu fermentasi). Ada rasa lemon tea, stoberi, dan cokelat,” ujar pria yang bermukim di Jl Panji II Kepanjen ini.
Per kemasan atau segelas teh yoghurt ukuran 250 ml dijual seharga Rp 2.000-2.500. Jumlah karyawan yang bekerja padanya kini tak kurang dari 50 orang, termasuk untuk outlet bakso dan teh yoghurt.
Setiap harinya, ia bisa menghabiskan 20 kg daun teh kering untuk diproduksi atau menjadi 70 gelas. Gula yang dibutuhkan 4 kg per outlet per hari. Sedangkan kebutuhan daging untuk bakso sekitar 20 kg per hari.
“Usaha bakso tetap akan jadi core business saya karena omzetnya besar. Kalau teh hanya sampingan. Ke depan, saya akan tambah mitra di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo,” lanjut Victor.
Ia mengaku, jalan yang ia tempuh dari hasil kerja kerasnya kini membawa keberuntungan yang luar biasa di usianya yang masih belia. “Saya tidak tahu jika dulu saya mengikuti anjuran ayah untuk sekolah di kepolisian apa ‘omzet’nya akan sebesar ini. Keluarga besar saya semua di jalur angkatan bersenjata. Tapi saya tidak minat mengikuti jejak tersebut,” yakinnya.
Untuk perluasan usaha, Victor masih enggan mengajukan kredit kemana-mana. Pakai modal pribadi dan pinjam orangtua masih memungkinkan. “Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga,” pungkasnya.

Aside  —  Posted: March 21, 2013 in Uncategorized

NO. JUDUL PKM JENIS PKM NAMA KETUA PRODI NAMA DOSBING
1 ” LIQUID EGGS TETRA PACK ” PRODUK USAHA TERNAK AYAM PETELUR PKMK (Kewirausahaan) AHMAD RIDHO MURDIANTO Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) INDAH ANISYKURLILLAH
2 “EDUBORI”: BISNIS PEMANFAATAN KAIN PERCA MENJADI BONEKA JARI SEBAGAI ALTERNATIF PERMAINAN EDUKATIF ANAK USIA DINI PKMK (Kewirausahaan) ANIS SUSANTI Pend. Ekonomi, S1 (Adm Perkantoran) NINA OKTARINA
3 BAKBROW CASSAVA CHIP BAKED BROWNIES GAPLEK SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN DI INDONESIA PKMK (Kewirausahaan) IKA YULIANTI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) 0
4 pengoptimalan buah tomat menjadi kurma yang bergizi dan bernilai jual PKMK (Kewirausahaan) Ikke Tutiana Mustiany Pend. Ekonomi, S1 (Koperasi) Anindya Ardiansari
5 Puding Benalu Jambu PKMK (Kewirausahaan) Mayang Arsandi Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) TUSYANAH
6 PARFUM PAKE’ MANIS PKMK (Kewirausahaan) MUTIARANI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
7 USAHA “TAS LIPUT” (TAS LIPAT BAHAN PARASUT) UNTUK MEMINIMALISIR LIMBAH KANTONG PLASTIK PKMK (Kewirausahaan) NGASROTUN SOLIKHATI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
8 Sepatu Risliting (Zipper Shoe) Sepatu Masa Kini yang Dinamis PKMK (Kewirausahaan) NISA KHOIRUL MIZZAN Pend. Ekonomi, S1 (Adm Perkantoran) ENDANG SUTRASMAWATI
9 VEGERAINBOW BALL SEBAGAI INOVASI PRODUK MAKANAN ENAK DAN SEHAT PKMK (Kewirausahaan) M. BADRUDDIN MIRZA Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Ahmad Nurkhin
10 PENGEMBANGAN WIRAUSAHA “ARULA JATIM (ABON RUMPUT LAUT JAMUR TIRAM)” UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI LOKAL MASYARAKAT PESISIR DI JEPARA PKMK (Kewirausahaan) Nurul Azifah Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) FAFURIDA
11 BISKUIT WORTEL TABUR KACANG.INOVASI CAMILAN SEHAT DAN BERMANFAAT PKMK (Kewirausahaan) RAMIDA PURNAMASARI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi)
12 NALUNAR (mukeNA LUcu dan meNARik)Berpotensi Ekonomi PKMK (Kewirausahaan) Salfira Amalia Listyaningrum Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) NINA OKTARINA
13 LANTING SUKUN TABUR COKLAT PKMK (Kewirausahaan) Sulastri Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi) Jarot Tri Bowo Santoso
14 CURPO CHRISPY CHIPS (CCC) INOVASI PENGOLAHAN WALUH KUNING (CUCURBITA PEPO) SEBAGAI CEMILAN SEHAT , LEZAT DAN BERNILAI KOMERSIIL PKMK (Kewirausahaan) TRI WIDARWATI Pend. Ekonomi, S1 (Akuntansi)

CONTOH PROPOSAL PKM

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN KULIT JERUK KEPROK DAN SERAI SEBAGAI BAHAN DASAR MAT OBAT NYAMUK ELEKTRIK YANG AMAN BAGI KESEHATAN
BIDANG KEGIATAN :
PKM-GT

Diusulkan oleh:
Mohammad Risal Siregar NIM.115100601111003 / 2011
Muhammad Alfian N.L NIM.115100300111014 / 2011
Andrian Wahyu Jati NIM. 0811030006 / 2008
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

HALAMAN PENGESAHAN

1.Judul Kegiatan : Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan
2.Bidang Kegiatan : ( )PKM-AI ()PKM-GT
3.Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Moh. Risal Siregar
b. NIM : 115100601111003
c. Jurusan : Keteknikan Pertanian
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Brawijaya
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl.Kertorahayu Dalam 50 B
085641059542
f. Alamat Email : Gruvytime@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc
b. NIK : 871025 10 1 2 0243
c. Alamat Rumah dan No.Tel/hp : Jalan Soekarno Hatta PTP I No. 7 Malang

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami panjatkan syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkah, rahmat dan ijin-Nya, gagasan tertulis yang berjudul “Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan” dapat terselesaikan.
Gagasan tertulis ini disusun dalam rangka mengikuti kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa yang dikti.
Dengan terselesaikannya gagasan tertulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc selaku dosen pendamping Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang telah memberikan bimbingan, sehingga gagasan tulis ini lebih terarah.
2. Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS selaku Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.
3. Serta semua pihak yang turut membantu terselesaikannya gagasan tertulis ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per-satu.
Penulis menyadari bahwa tiada sesuatu yang sempurna di dunia ini, begitupun gagasan tertulis yang telah kami buat, baik dalam hal isi maupun penulisannya. Akhir kata, kami berharap semoga gagasan kecil ini dapat bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran kecil bagi kemajuan ilmu pengetahuan, baik di Universitas maupun lingkungan masyarakat.

DAFTAR ISI
Halaman Judul…………………………………….. i
Lembar Pengesahan……………………………..ii
Kata Pengantar…………………………………….iii
Daftar Isi ……………………………………………..iv
Daftar Tabel ……………………………………….. v
Daftar Gambar …………………………………… vi
Ringkasan…………………………………………… vii
PENDAHULUAN ………………………………………………………… 1
Latar Belakang ……………………………………………………………. 1
Tujuan dan Manfaat ……………………………………………………. 1
GAGASAN ………………………………………………………………….. 2
Kondisi Kekinian. ………………………………………………………… 2
Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya………………….3
Gagasan yang Diajukan………………………………………………….3
Pihak-Pihak yang Bersangkutan……………………………………6
Implementasi Gagasan …………………… …………………………..7
KESIMPULAN………………………………………………………. …… 8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..10

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Temuan Produk Di Lapangan/Pasar…………………………………2
Tabel 2.Produksi Jeruk Keprok Tahun 2007…………………………………………………..4

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Jeruk Keprok………………………………………………………………………………4
Gambar 2. Serai…………………………………………………………………………………………..5
Gambar 3. Diagram alir pembuatan mat obat nyamuk elektrik………………………….7
Gambar 4. Hand Sealer………………………………………………………………………………..8
Gambar 5. Mat Obat Nyamuk Elektrik…………………………………………………………..8
vii
RINGKASAN
PEMANFAATAN KULIT JERUK KEPROK DAN SERAI SEBAGAI BAHAN DASAR MAT OBAT NYAMUK ELEKTRIK YANG AMAN BAGI KESEHATAN
Aedes adalah salah satu genus nyamuk yang sering menimbulkan masalah kesehatan. Genus Aedes merupakan vektor biologis dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) (Anonim, 2005). Pemberantasan vektor nyamuk Aedes aegypti dapat dilakukan dengan cara menggunakan atau tanpa menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida yang berlebihan dan berulang-ulang dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan yaitu matinya musuh-musuh alami, pencemaran lingkungan dan timbul keracunan pada manusia dan hewan ternak. Saat ini, obat nyamuk elektrik menjadi salah satu pilihan masyarakat. Namun faktanya, obat nyamuk bakar masih mendominasi dengan persentase 54% (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, 1973). Kandungan zat aktif dari obat nyamuk bakar terdiri atas diklorvos, propoxuran (karbamat) serta diethyltoluamide. Sementara kandungan zat aktif dalam mat obat nyamuk elektrik adalah D-aletrin (40mg/mat) dan transflutrin (3mg/mat).
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan tertulis ini adalah memanfaatkan kulit jeruk keprok dan serai sebagai bahan dasar pembuatan mat obat nyamuk elektrik.
Pada kulit jeruk terdapat minyak atsiri yang antara lain memiliki kandungan limone (95%), myrcene (2%), noctanal (1%), pinene (0,4%), linanol (0,3%), decanal (0,3%), sabiene (0,2%), geranial (0,1%), neral (0,1%), dodecanal (0,1%), dan sitronela (0,5%) (Adityo Kurniawan, 2008). Kandungan dari serai terutama minyak atsiri dengan komponen sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geraniol asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen (Andria, 2000). Hasil penyulingan dari serai itu sendiri dapat diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum citronellae, terutama terdiri atas geraniol dan sitronelal yang dapat digunakan untuk menghalau nyamuk (Haris, 1994). Kemudian untuk abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45% silika yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan (Kardiyan, 2003).
Metode penulisan yang diterapkan oleh penulis dalam gagasan tertulis ini adalah metode penalaran, kemudian merujuk pada hasil penelitian, referensi berbagai literatur dan mengidentifikasi dari berbagai sumber data serta informasi di internet. Adapun langkah dalam pembuatan mat obat nyamuk elektrik ini adalah diawali dengan mencincang kulit buah jeruk keprok dan serai sehingga menjadi potongan-potongan kecil. Potongan kulit ditimbang hingga mencapai massa 100g, lalu dihaluskan dengan blender. Untuk pelarutnya digunakan alkohol 70% sebanyak 15 mililiter, air 75 mililiter, dan Solutiogummi arabicum sebagai pengikat. Bubur yang diperoleh itu kemudian dicetak lalu dikeringkan selama 1-3 jam. Dengan demikian mat obat nyamuk elektrik siap digunakan.
Pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai ini merupakan alternatif sebagai obat nyamuk yang aman bagi kesehatan ditinjau dari kandungan sitronela, minyak atsiri, lonanol dan geraniol pada bahan.

1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia sebagai negara tropis merupakan tempat subur berkembang biaknya nyamuk. Nyamuk termasuk kelas Insekta, ordo Diptera dan mempunyai banyak famili. Nyamuk berperan sebagai vektor penyakit untuk manusia (Gandahusada S dkk, 2000). Aedes adalah salah satu genus nyamuk yang sering menimbulkan masalah kesehatan. Genus Aedes merupakan vektor biologis dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Fillariasis (Brugia malayi dan Wucheria bancrofti), Yellow fever, Eastern Equine Enchepalomyelitis, California Enchephalomyelitis dan Venezuelan Equine Encephalomyelitis (Anonim, 2005).
Bila dielaborasi lebih jauh, penggunaan insektisida rumah tangga anti nyamuk sebagian besar menggunakan obat nyamuk bakar dan digunakan setiap hari (54%). Selain obat nyamuk bakar sebanyak 19% responden menggunakan dalam bentuk semprot, 17% dalam bentuk oles, 15% dalam bentuk mat elektrik, serta 10% menggunakan dalam bentuk cair dengan listrik (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, 2008).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW) tahun 2001, kandungan zat aktif yang terdapat dalam obat nyamuk bakar antara lain diklorvos, propoxuran (karbamat) serta diethyltoluamide. Sementara itu, kandungan zat aktif pada salah satu merk mat obat nyamuk elektrik terdapat D-aletrin (40mg/mat) dan transflutrin (3mg/mat). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diklorvos atau DDVP bersifat karsinogen, berdaya racun tinggi, dapat merusak sistem saraf, mengganggu sistem pernafasan dan jantung. Sedangkan menurut Lembaga Perlindungan Lingkungan di Amerika Serikat, Environment Protection Authority (USEPA) dan New Jersey Department of Health, diklorvos berpotensi menyebabkan kanker, menghambat pertumbuhan organ, merusak kemampuan reproduksi. Sementara itu, propoxuran (karbamat) adalah jenis racun kelas menengah dalam bentuk asap yang dapat mengaburkan penglihatan, menghasilkan keringat berlebih, pusing (sakit kepala) dan badan lemah. Dan untuk zat aktif diethyltoluamide (DEET) dapat menyebabkan infeksi kulit, kulit melepuh dan rasa panas pada kulit. Efek samping yang ditimbulkan oleh diethyltoluamide (DEET) sangat tergantung pada daya tahan sensitifitas atau kepekaan kulit pemakai.
Dengan melihat kondisi tersebut, penulis dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan tertulis ini memilih judul “Pemanfaatan Kulit Jeruk Keprok dan Serai Sebagai Bahan Dasar Mat Obat Nyamuk Elektrik yang Aman Bagi Kesehatan”.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis ini adalah untuk memanfaatkan kulit jeruk keprok dan serai sebagai bahan dasar pembuatan mat obat nyamuk elektrik.
2
Manfaat
Gagasan tertulis ini diharapkan dapat memberikan alternatif insektisida berbahan dasar alami bagi dunia ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat. Selain itu, gagasan tertulis bermanfaat untuk menciptakan produk mat obat nyamuk elektrik yang aman bagi kesehatan masyarakat.
GAGASAN
Kondisi Kekinian
Anti nyamuk mat adalah produk anti nyamuk yang terdiri dari mat terbuat dari pulp atau bahan lainnya yang mengandung bahan aktif insektisida, dapat ditambahkan stabilisator, bahan yang sinergis, unsur lepas lambat, pewangi dan pewarna. Unsur lepas lambat yaitu unsur yang mengikat dan melakukan slow release atau pelepasan unsur dengan waktu yang relatif lama. Obat nyamuk bentuk mat menggunakan alat pemanas listrik untuk menguapkan bahan aktif dari mat.
Tabel 1. Hasil Temuan Produk di Lapangan/Pasar
Sasaran
Merek Produk
Bahan Kimia
Pabrik
Harga Jual
Nyamuk
Hit Elektrik
D-allethrin 7,8%
Transflutrin 0,3%
PT. Megasari Makmur
Rp 4.800,-
Domestos Nomos
D-alletrhin 0,30%
Technopia Jakarta
Rp 2.300,-
Tiga Roda
Metofletrin 0,005%
 Sinar Plataco Semarang
 PTPerksa Olesindo Utama Medan
Rp 1.500,-
Autan
Deet 12,5%
Johson
Rp 500,-
Soffel
Diethyltoluamide 13%
Herlina Indah Jakarta
Rp 500,-
Baygon
Transflutrin 0,028%,
D-alletrin 0,1%
Walet Kencana Perkasa Surabaya
Rp 2.200,-
Top Super Jumbo
D-Transallethrin 0,25%
PT Budi Eka Reksa
Rp 1.800,-
Garuda Supra Jumbo
D-allethrin0,001%, Metofletrin 0,075%
PT MetroLintas Nusa Jawa Barat
Rp 2.000,-
Vape
Metofletrin 0,0015%
PT Fumakila Tangerang
Rp 1.500,-
Sumber : Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (2008)
Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa obat nyamuk (insektisida) yang beredar di pasaran semuanya mengandung zat aktif yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dari alokasi biaya pembelian insektisida rumah tangga per bulan, responden yang mengeluarkan kurang dari Rp 10.000 sebanyak 44%, mengeluarkan antara Rp 10.000 – Rp. 50.000 (54%), dan lebih dari Rp. 50.000 (2%). Dari harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat, penggunaan insektisida rumah tangga berbahan dasar kimiawi terlihat menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.
3
Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya
Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa ekstrak air kulit durian efektif sebagai obat nyamuk elektrik. Hal ini disebabkan karena kulit durian mengandung minyak atsiri, flavonoid, saponin, unsur selulosa, lignin serta kandungan pati. Kulit durian mempunyai bau yang sangat menyengat dan tidak disukai oleh nyamuk. Oleh karena itu, efek kandungan tersebut bisa mempengaruhi syaraf pada nyamuk dan akibat yang ditimbulkannya adalah nyamuk mengalami kelabilan dan akhirnya mati (Oktavianingrum, 2007). Namun, dengan berbahan dasar kulit durian dirasa kurang efektif, karena harga untuk buahnya saja lebih mahal daripada jeruk keprok. Baunya pun kadang terlalu menyengat, sebagian manusia tidak terlalu menyukai bau tersebut.
Pada penelitian lainnya disebutkan bahwa kulit bitter orange (Citrus aurantium) berpotensi sebagai insektisida (Mwaiko GL,1992). Kandungan limonin pada jeruk dapat dimanfaatkan sebagai larvasida (Jayakapras GK dkk, 1997). Penelitian yang dilakukan oleh Al Dakhil dan Morsy pada tahun 1999 didapatkan ekstrak etanol kulit jeruk lemon, graphefruit dan navel orange mempunyai efek larvasida yang telah dicobakan pada larva Culex pipiens. Slah satu bahan aktif utama kulit jeruk keprok (Citrus nobilis Lour) yang diperkirakan memiliki efek toksik terhadap larva adalah limonin. Senyawa ini merupakan komponen utama minyak kulit jeruk tetapi terdapat juga dalam minyak atsiri lain. Limonin termasuk jenis monoterpenoid. Senyawa ini dapat bekerja sebagai insektisida atau berdaya racun terhadap serangga (Dakhil MA and Morsy TA, 1999). Selain penelitian yang disebutkan diatas terdapat pula penelitian lain dalam mengatasi gangguan nyamuk yaitu dengan pemanfaatan tanaman adas.Tanaman adas adalah sejenis tanaman herba tahunan yang dapat tumbuh di dataran tinggi dengan tingkat adaptasi yang tinggi sehingga dapat mudah tumbuh tanpa memerlukan pemeliharaan khusus.Di dalam adas terdapat minyak atsir sekitar 6% diamana memiliki kandungan utama anethol (50-8-%), limonene (5%) , fenchone (5%) dan bahan lainnya seperti estragol(methylchavicol), safrol , alpha pinene , dan beta myrcene (Rusmin dan Melati,2007). Kandungan anethol pada tanaman ades bersifat repellen (anti serangga) khususnya pada nyamuk sehingga ades jugha dapat dijadiakn lotion anti nyamuk (Grainge dan ahmed,1987). Dengan sifat tanaman adas yang hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi inilah yang menyebabkan kekurangan tanaman ades pada segi bahan baku.
Gagasan yang Diajukan
Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia tersebut, maka perlu dikembangkan obat-obat pengusir atau pembunuh nyamuk dari bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia serta sumbernya tersedia dalam jumlah yang besar. Pemanfaatan insektisida alami dalam pemberantasan vektor diharapkan mampu menurunkan kasus DBD. Selain itu karena terbuat dari bahan alami, maka diharapkan insektisida jenis ini akan lebih mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
4
Ada beberapa pertimbangan kami dalam memilih kulit jeruk keprok adalah faktor tersedianya bahan, jeruk tersedia terus menerus tanpa mengenal musim ditambah lagi efisiensi tanaman jeruk pada masalah bibit dimana dalam sebiji jeruk apabila ditanam akan tumbuh lebih dari 1 tanaman (Agrimas, 2007).
Selain itu, produksi jeruk keprok di Indonesia melimpah. Produksi jeruk keprok dapat dilihat pada Tabel 1.
Pulau
Luas Lahan
Produksi
Kalimantan
3.997 HA
113.928 ton
Bali
7.838 HA
68.741 ton
Jawa
9.044 HA
446.985 ton
Sumatera
25.670 HA
703.571 ton
Papua
26 HA
1.020 ton
Sulawesi
8.204 HA
91.529 ton
Tabel 1. Produksi Jeruk Keprok Tahun 2007 (Agrimas, 2007)
Sedangkan total produksi jeruk keprok di Indonesia pada tahun 2010 adalah 2.355.500 ton (Anonim, 2010).
Pada kulit jeruk terdapat minyak atsiri yang antara lain memiliki kandungan limone (95%), myrcene (2%), noctanal (1%), pinene (0,4%), linanol (0,3%), decanal (0,3%), sabiene (0,2%), geranial (0,1%), neral (0,1%), dodecanal (0,1%), dan sitronela (0,5%) (Adityo Kurniawan, 2008). Sitronela berguna sebagai anti nyamuk dan aroma menyengat minyak atsiri yang tidak disukai nyamuk tetapi bagi manusia aromanya sangatlah harum. Selain kandungan yang tersebut di atas juga terdapat bahan seperti lonanol yang memiliki fungsi sebagai penenang syaraf-syaraf dalam tubuh.
Gambar 1. Jeruk Keprok
Serai adalah tanaman herbal menahun dengan tinggi 50-100 cm dengan panjang daunnya mencapai 1 m dan lebar 1,5 cm. Tanaman serai tumbuh berumpun sehingga tersedia melimpah. Serai dapat tumbuh di tempat yang kurang subur bahkan di tempat yang tandus karena mampu beradaptasi secara baik
5
dengan lingkungannya serta tidak memerlukan perawatan khusus baik waktu dan cara pemupukan. Keunggulan lain dari tanaman serai adalah termasuk tanaman abadi yang artinya penanaman hanya dilakukan sekali dan akan tumbuh terus menerus setiap tahunnya. Selain itu, penyimpanan serai memiliki daya tahan yang cukup bagus karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur (dapat mengurai anti oksidan dan demam) sehingga dapat bertahan selama 3 minggu bila disimpan dalam lemari es dan bila dibekukan dapat bertahan selama 6 bulan. Sebuah penelitian dari The Science and Technology Department’s Food and Nutrition Research Institute telah menentukan bahwa serai memiliki manfaat antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker, selain itu juga sebagai obat efektif untuk infeksi pada mata. Selain itu kandungan serai yaitu hidroksi citronelal, geraniol asetat dan menthol sintetik digunakan dalam industri wangi wangian hal ini karena wangi serai dapat mengurai stress dan insomnia (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2007).
Kandungan dari serai terutama minyak atsiri dengan komponen sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geraniol asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen (Andria, 2000). Hasil penyulingan dari serai itu sendiri dapat diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum citronellae, terutama terdiri atas geraniol dan sitronelal yang dapat digunakan untuk menghalau nyamuk (Haris, 1994) Sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuk (Kardiyan, 2003). ). Abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45% silika yang merupakan penyebab desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan karena sifat kepekaan tubuhnya terhadap ekstrak serai yang terdapat pada obat nyamuk elektrik.
Gambar 2. Serai
Dengan melihat kondisi miris tentang pemakaian insektisida buatan yang berbahaya, penulis mengajukan gagasan tertulis tentang pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai. Dari segi komposisi
6
bahan sangatlah aman, dimana dari bahan dasarnya itu sendiri memiliki kandungan sitronela, minyak atsiri, dan limonen yang berfungsi sebagai anti serangga yang berbau wangi sehingga aman dan nyaman jika digunakan. Dari segi ekonomi, untuk bahan kulit jeruk keprok dan serai masih terjangkau dan tergolong murah. Dari segi lingkungan, mat obat nyamuk elektrik ini dapat menekan angka sampah kulit jeruk, memanfaatkannya agar tidak terbuang percuma dan meningkatkan nilai ekonominya.
Pihak-Pihak yang Bersangkutan
Dalam hal ini, pihak yang bersangkutan untuk menerapkan program ini antara lain Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Jurusan Keteknikan Pertanian dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Selain itu, dalam proses penyediaan bahan baku dasar yaitu kulit jeruk dan serai, kami akan bekerja sama dengan industri minuman sari buah jeruk dimana kami akan mengambil kulit jeruk yang biasanya tidak termasuk dalam proses pembuatan minuman, sebagai contoh PT. Garuda Food, Pati, Jawa Tengah. Jika dalam pencarian bahan dasar pada skala perusahaan masih dianggap kurang mencukupi, tidak menutup kemungkinan kami akan langsung terjun di sentra perkebunan jeruk dan mengambil jeruk yang tidak layak jual namun kulitnya masih bisa di olah dan di proses, sebagai contoh senta perkebunan jeruk keprok di malang adalah Desa Gading Kulon, Desa Kucur, Desa Petung Sewu. Sementara itu, dalam penyediaan serai kami akan langsung mengambil dari petani karena tanaman serai ini relatif mudah dijumpai di berbagai daerah. Daerah sentra produksi serai-wangi di Indonesia adalah Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur (Ditjanben, 2007). Sedangkan pada proses pengemasan memiliki dasar pengemasan layaknya mat obat nyamuk elektrik yang telah beredar di masyarakat.
7
Implementasi Gagasan
Gambar 3. Diagram alir pembuatan mat obat nyamuk elektrik
Pemotongan
Penimbangan (100 gram)
Alkohol 70%= 15 ml
Air = 75 ml
Solutiogummi arabicum= 10 ml
Penghalusan dengan blender
Pencampuran
Bubur
Pencetakan & Pengeringan (1-3 jam)
Pengemasan
Mat Obat Nyamuk Elektrik
Kulit Jeruk
Serai
Potongan Kecil
8
Adapun proses pengemasan produk ini menggunakan hand sealer. Dengan hand sealer, produk yang dihasilkan kuat dan rata, dengan menggunakan sistem pemanas induksi sehingga hasilnya cepat dan rata, tidak menimbulkan panas terhadap operatornya. Panas hand sealer diatur dengan skala 1 – 9, dilengkapi dengan lampu led yang menyala selama proses sealer berlangsung dan akan otomatis mati yang menandakan proses sealer sudah selesai.
Gambar 4. Hand Sealer
Adapun produk yang dihasilkan, akan dikemas tidak jauh berbeda dengan produk mat elektrik yang beredar dipasaran.
Gambar 5. Mat elektrik
KESIMPULAN
Melihat angka ketergantungan masyarakat akan insektisida non alami dan berbahan zat aktif tinggi, penulis mengajukan gagasan tertulis tentang pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai. Adapun pertimbangan penulis memilih bahan dasar tersebut dikarenakan keunggulan kulit jeruk keprok dan serai adalah pada kandungan sitronela yang berguna sebagai anti nyamuk dan aroma menyengat minyak atsiri yang tidak disukai nyamuk tetapi bagi manusia aromanya sangatlah harum. Selain kandungan yang tersebut di atas, juga terdapat bahan seperti lonalol yang memiliki fungsi sebagai penenang syaraf-syaraf dalam tubuh. Sedangkan kandungan dalam serai adalah geraniol sebagai anti nyamuk. Kemudian abu dari serai itu sendiri mengandung
9
silika yang mengakibatkan serangga mengalami desikasi (keluarnya cairan tubuh secara terus menerus) Bahan-bahan dasar tersebut dapat diperoleh langsung dari alam.
Teknik implementasi yang dilakukan dalam program ini adalah yang pertama bekerja sama dengan Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Jurusan Keteknikan Pertanian dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang yang memiliki fasilitas yang menunjang pembuatan produk.
Selain itu, dalam proses penyediaan bahan baku dasar yaitu kulit jeruk dan serai, kami akan bekerja sama dengan industri minuman sari buah jeruk dimana kami akan mengambil kulit jeruk yang biasanya tidak termasuk dalam proses pembuatan minuman, sebagai contoh PT. Garuda Food, Pati, Jawa Tengah. Jika dalam pencarian bahan dasar pada skala perusahaan masih dianggap kurang mencukupi, tidak menutup kemungkinan kami akan langsung terjun di sentra perkebunan jeruk dan mengambil jeruk yang tidak layak jual namun kulitnya masih bisa di olah dan di proses, sebagai contoh senta perkebunan jeruk keprok di malang adalah Desa Gading Kulon, Desa Kucur, Desa Petung Sewu. Sementara itu, dalam penyediaan serai kami akan langsung mengambil dari petani karena tanaman serai ini relatif mudah dijumpai di berbagai daerah. Daerah sentra produksi serai-wangi di Indonesia adalah Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur (Ditjanben, 2007). Apabila proses pembuatan selesai dan produk layak pakai, produk akan dikemas dan dipasarkan ke kios-kios terdekat.
Melihat produk mat obat nyamuk berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih baik dibandingkan produk mat obat nyamuk sebelumnya (insektisida non alami), dapat diambil kesimpulan bahwa prospek produk ini akan diterima masyarakat dengan baik. Prediksi harga jual yang akan ditentukan adalah Rp 3150,00/21 mat, harga tersebut lebih murah dibandingkan harga “HIT” elektrik berbahan dasar kimia yang beredar di masyarakat (Rp 4800,00/21 mat). Manfaat yang dapat diambil secara garis besar adalah kesehatan bagi pengguna. Selain itu, dengan pembuatan mat obat nyamuk elektrik berbahan dasar kulit jeruk keprok dan serai diharapkan dapat memberi alternatif terbaik dalam menangani angka ketergantungan masyarakat akan obat nyamuk (insektisida non alami) dan menghasilkan insektisida alami yang aman bagi kesehatan masyarakat.
10
DAFTAR PUSTAKA
Andria, Agusta. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung:
ITB.
Anonim. 2005. Parasitologi Arthropoda. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Anonim. 2010. Prospek Menguntungkan: Investasi Budidaya Jeruk Borneo Prima. Samarinda : Badan Promosi dan Investasi Daerah Kalimantan Timur
Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2007. Tanaman Atsiri Untuk Konservasi dan Sumber Pendapatan Petani. Dimuat di Majalah Sinar Tani, 14 Februari 2007
Dakhil MA dan Morsy TA. 1999. The larvicidal activities of peel oils of three citrus fruits againts Culex pipiens. Department of Zoology, Faculty of sciences, King Saud University, Saudi Arabia. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pubmed&dopt=abstract&letuids=10605488, diakses pada tanggal 16 Desember 2011
Gandahusada S, Ilahude HD, dan Pribadi W. 2000. Parasitologi Kedokteran. Jakarta: FKUI.
Haris, Ruslan. 1994. Tanaman Minyak Atsiri. Jakarta: Penebar Swadaya.
Jayaprakas GK, Singh RP, Pereira J, dan Sakariah KK. 1997.Limonoid from citrus reticula and their moult inhibiting activity in mosquito culex quinquefasciatus larvae.Central Food Technological research Institute,Mysore.Indi.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pu bmed&dopt=abstract&let_uids=9115692, diakses pada tanggal 16 desember 2011..
Kapitalindo, Agrimas. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis: Jeruk. http://www.agrimaskapitalindo.com, diakses pada tanggal 16 Desember 2011.
Kardinan, Agus dan Azmi Dhalimi. 2010. Potensi Adas (Foeniculum vulgare) Sebagai Bahan Aktif Lotion Anti Nyauk Demam Berdarah (Aedes aegypti). Jurnal Bul. Littro (Vol. 21 No.1): 62.
Kardiyan, Agus. 2003. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Tangerang :
PT Agromedia.
Kurniawan, Adityo, dkk. 2008. Ekstraksi Minyak Kulit Jeruk degan Metode Distilasi, Pengeprasan dan Leaching. Jurnal Widya Teknik (Vol.7): 16.
11
Mwaiko GL. 1992. Citrus Peel Oil Extract as Mosquito Larvae Insecticides. http://www.ncbi.nlm.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=pubmed&dopt=abstract&let_uids=16611035, diakses pada tanggal 16 Desember 2011.
Oktavianingrum. 2007. Skripsi : Uji Aktivitas Minyak Atsiri Kulit Durian (Durio zibethinus murr) Sebagai Obat Nyamuk Elektrik Terhadap Nyamuk Aedes aegypti.Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). 2008. Antinyamuk : Pestisida dibalik selimut. http://www.ylki.or.id/antinyamuk-pestisida-dibalik-selimut.html, diakses pada tanggal 21 Desember 2011.
12
BIODATA PELAKSANA
Nama : Moh. Risal Siregar
NIM : 115100601111003
Jurusan : Keteknikan Pertanian Minat Teknik Bioproses
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 13 November 1993
Alamat Rumah : Jln. Kertorahayu Dalam 50B
No. Hp : 085641059542
E-mail : gruvytime@yahoo.co.id
man.guitar6@gmail.com
Riwayat Pendidikan : SD Kalipang II
SMP 1 Kragan
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
BIODATA PELAKSANA
Nama : Muhammad Alfian Nurul Lutfi
NIM : 115100300111014
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 15 Januari 1993
Alamat Rumah : Jln. Senggani 26 Kec.Lowokwaru,Soekarno Hatta
No. Hp : 085785422430
E-mail : Alfian.Nurul242@yahoo.com
Riwayat Pendidikan : SD Lambangan Wetan
SMP 1 Sulang
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
Malang, 28 Februari 2012
(Moh. Risal Siregar)
NIM. 11510060111003
Malang, 28 Februari 2012
(Muh. Alfian Nurul Lutfi)
NIM. 115100300111014
13
BIODATA PELAKSANA
Nama : Andrian Wahyu Jati
NIM : 0811030006
Jurusan : Teknologi Industri Pertanian
Tempat/Tanggal Lahir : Rembang, 02 Oktober 1990
Alamat Rumah : Jalan Sumbersari 171, Malang.
No. Hp : 085292788401
E-mail : andrianjati@gmail.com
Riwayat Pendidikan : SD Kalipang 2
SMP 1 Kragan
SMA 1 Rembang
Pengalaman Organisasi :
Prestasi :
BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama Lengkap dan Gelar : Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc
NIK : 871025 10 1 2 0243
Fakultas/Program Studi : Teknik. Pertanian / Keteknikan Pertanian
Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Bidang Keahlian : Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian
Alamat : Jalan Soekarno Hatta PTP I No. 7 Malang 082138907643 / 08994167296
Malang, 28 Februari 2012
(Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc)
NIK. 871025 10 1 2 0243
Dr. Ir. Hj. Elok Zubaidah, MP
Malang, 28 Februari 2012
(Andrian Wahyu Jati)
NIM. 0811030006